apa?
jangan buat aku bingung dengan kebingunganmu.
katakanlah ekspektasiku tidak realistis: berharap kau akan melewati badai bersamaku, memelukku erat dalam rengkuhan yang kokoh, dan bersitahan dengan keras kepalaku.
tapi, aku bisa melihatnya di matamu. kau menginginkan ini, kita: bekerja sama dalam ruang yang milik kita sendiri.
maka katakanlah, apa yang berserakan dalam kepalamu? apakah itu ketakutan yang mengendap-endap, atau ombak masa lalu yang tiba dengan memberangsang, atau rekognisi yang berderap datang tentang segala yang tidak kau temukan padaku? kau ragu, dan kau simpan itu sendiri. menimbang nimbang, maju mundur.
ia menebarkan teror pada isi pikiranku mengenai tibanya suatu masa di mana kau sadar semua kekuranganku. atau lebih buruknya: kau sadar bahwa aku tidak cukup. tidak cukup menyenangkan, tidak cukup manis, tidak cukup seperti perempuan-perempuan lain yang pernah kau panggil sayang.
jangan buat aku bingung dengan kebingunganmu. kalau memang kau tidak ingin memulai perjalanan bersamaku, biarkan aku lepas dan mundur. bantu aku melupakanmu.
Komentar
Posting Komentar