bohong
kubiarkan sunyi membalutku. kedua mataku terpaku pada layar ponsel yang menampilkan pesan darimu. sebuah pesan setelah berbalas-balasan sekian banyak pesan hari itu—hal yang sepertinya sudah lama sekali tidak kita lakukan. aku tidak tahu bagaimana cara memproses emosi yang berderap menghampiriku setelah pesan itu kubaca. masih belum penuh aku mencoba menguraikan perasaanku, muncul balasan tambahan darimu.
"aku juga akan setuju dengan ini: tidak akan lagi tiba-tiba menghilang."
aku masih diam. sungguh, terlalu banyak kebingungan yang berserakan di kepalaku. pesan pertama yang kau kirim membuatku serasa dijatuhi sebuah batu yang besar tepat di dada. sungguh, sama sekali aku tidak tahu bagaimana cara mengatasi luapan perasaan ini, atau rangkaian kalimat seperti apa yang harus kubalaskan padamu.
jangan pernah jatuh cinta padaku ya.
tidakkah kamu terlambat memperingatkanku? aku sudah jatuh sedalam-dalamnya. jauh sebelum semua kekacauan ini mengambil alih panggilan-panggilan tengah malam kita. jauh sebelum kamu bilang padaku bahwa kamu tidak menginginkan adanya campur tangan perasaan yang merepotkan. jauh sebelum aku menyadarinya.
jadi, ketika sekarang kamu memintaku untuk jangan pernah jatuh cinta padamu... bagaimana bisa? wangi tubuhmu yang menenangkan, nada suaramu yang begitu sopan menyambangi telinga, cara pikirmu yang sama batunya dengan kepalaku—aku senang memikirkan semuanya itu. dan selalu, selalu kupikirkan kabarmu di sela-sela hariku, kusebut namamu dalam setiap percakapanku dengan tuhanku.
aku sudah secara suka rela memberikan hatiku utuh—sebuah perilaku penuh kebodohan yang aku telan sendirian—sementara mungkin hatimu masih ditahan perempuan lain yang pernah kamu bahagiakan.
"kalau aku jatuh cinta padamu, apa lantas kamu akan pergi?"
kukirim balasan itu. kusuarakan ketakutan terbesarku yang selama ini selalu mengendap-endap dalam tidurku: kepergianmu.
kamu membalasnya cepat dengan jawaban andalanmu yang ambigu, "tidak tahu."
masih hening yang kubiarkan menguasai ruangan. hari itu, aku mengawali sebuah kebohongan.
"hmm, baiklah. aku janji untuk tidak jatuh cinta padamu."
—magelang, 21 juli 2020. ditulis di sela-sela kesibukan, ketika tiba-tiba teringat percakapan masa lalu.
Komentar
Posting Komentar